![]() |
Ibadah suluk ini telah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan lebih dari 26 tahun. (Foto: Muhammad Ajaji/BersamaKitaNews.com) |
BersamaKitaNews.com, Pinggir - Suluk 10 hari merupakan kegiatan ibadah yang dilakukan selama 10 hari untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT., dengan berdzikir, shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Seperti yang dilaksanakan di Rumah Suluk Khairul Amal Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Sabtu (15/03/2025).
Ibadah suluk ini telah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan lebih dari 26 tahun dengan tujuan untuk melatih diri, membersihkan diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT., dan menghindari nafsu duniawi serta memperoleh keridhaan dari Allah SWT.
Selain itu, ibadah suluk ini diikuti lebih kurang 26 orang jamaah, mulai dari 9 orang kaum laki-laki hingga 17 orang kaum perempuan yang datang dari berbagai Desa di Kecamatan Pinggir untuk melaksanakan ibadah suluk 10 hari, yang dimulai dari 13 Puasa Ramadhan.

Hal ini disampaikan Pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Khairul Zaman menjelaskan bahwa ini merupakan tradisi zikir berjamaah yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya di Desa Muara Basung yakni Tarekat Naqsabandiyah.
"Tradisi ini merupakan turun-temurun yang biasanya dilakukan dengan berzikir terus-menerus tanpa henti dengan menggunakan penutup kepala (Surban) agar menghindari nafsu duniawi," jelas Khairul Zaman saat diwawancarai wartawan BersamaKitaNews.com, Sabtu (15/03/2025).
Selain menghindari nafsu duniawi, menutup kepala (surban) di ibaratkan seperti sedang berada di alam kubur, sehingga jamaah benar-benar hanya mengingat Allah SWT.

"Sebelum memasuki ibadah suluk, semua jamaah diwajibkan untuk mandi tobat (mandi wajib) agar bisa masuk tarekat (Jalan menuju kebenaran), sehingga benar-benar dapat membersihkan jiwa raga ketika akan beribadah," pungkasnya.
Kemudian, jamaah suluk yang belum tahlil (Khalifah) dilarang memakan yang mengandung lemak, seperti susu, telur, ikan, udang, dan daging dengan tujuan agar terhindar dari nafsu duniawi dan syahwat serta agar tidak tertidur akibat pengaruh makanan, waktu sepenuhnya digunakan untuk beribadah.
(Maj/Bkn)