![]() |
Polres bengkalis bersama Disperindag Bengkalis saat mengunjungi pasar tradisional terubuk. (Foto: Istimewa) |
BersamaKitaNews.com, Bengkalis - Dalam rangka menjelang bulan suci ramadhan 1446 Hijriah, Polres Bengkalis bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan monitoring stok dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di beberapa Lokasi yang ada di Kabupaten Bengkalis, Jum'at (28/02/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Gian Wiatma Jonimandala bersama Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Zulfan beserta Perwakilan dari Bagian Ekonomi Kabupaten Bengkalis, Kodim 0303 Bengkalis, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, Satpol PP di Kabupaten Bengkalis, dan Kabid SDKI Kominfo.
Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi rapat konsolidasi pengawasan ketersediaan Bapokting, pengecekan ke pasar tradisional terubuk kabupaten bengkalis, pengecekan ketersedian beras di gudang bulog cabang bengkalis, Indomaret / Alfamart sekitar kabupaten bengkalis, dan Gudang CKS.
Kapolres Bengkalis melalui Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Gian Wiatma Jonimandala mengatakan bahwa selain melakukan pengecekan, kita juga memberi pesan kepada para penjual bapokting agar tidak melakukan kenaikan harga dengan memanfaatkan situasi, karena sebentar lagi akan menyambut bulan suci ramadhan.

"Sampai saat ini, harga bapokting masih dalam keadaan normal dan ketersediaan bapokting juga masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Bengkalis. Selain itu, harga ayam potong mengalami kenaikan harga kurang lebih Rp. 2.000 rupiah," ujar AKP Gian Wiatma Jonimandala Kepada Awak Media BersamaKitaNews.com Melalui Pesan WhatsApp Grup, Jum'at (28/02/2025) malam.
Dikatakannya, untuk saat ini harga Cabe dan daging di pasar tradisional terubuk kabupaten bengkalis masih dalam keadaan normal. Sedangkan untuk ketersediaan beras di gudang bulog cabang bengkalis masih memiliki stok beras yang di prediksi cukup 4 bulan kedepan untuk kebutuhan masyarakat Bengkalis.
"Yang menjadi perhatian adalah minyak goreng merek Minyakita di gudang PT. CKS memiliki stok sekitar 250 liter, namun masih ditemukan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran," tandasnya.
(Maj/Bkn)